Mengikuti Imam Madzhab, hal itu
bukan berarti kita meninggalkan RosuuluLLooh SAW. Sebab Imam Madzhab itu bukan
saingan RosuuluLLooh SAW atau menggantikan posisi Beliau SAW.
Para Ulama’ yang mengikuti
Madzhab Syafi’i seperti Imam al-Bukhori, al-Hakim, al-Daroquthni, al-Baihaqi,
al-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Katsir dan lain-lain, berkeyakinan bahwa Imam Syafi’i
lebih mengerti daripada mereka terhadap makna-makna al-Qur’an dan hadits
RosuuluLLooh SAW secara menyeluruh. Ketika mereka mengikuti Syafi’i, bukan
berarti meninggalkan al-Qur’an dan Sunnah. Akan tetapi mengikuti al-Qur’an dan
Sunnah sesuai dengan pemahaman orang yang lebih memahami yaitu Imam Asy-Syafi’i.
Silahkan kita baca Tafsir Ibnu
Katsir banyak sekali dikutip pendapat-pendapat para Imam Madzhab. Jika orang
yang mendapat julukan Al Hafidz mereka masih mengikuti Madzhab, apalagi kita
yang minim sekali dari pengetahuan tentang agama, tentulah pilihan bermadzhab
adalah pilihan terbaik bagi kita yang awam berMadzhab itu sesuai perintah Al-Qur’an.
“Maka bertanyalah kepada orang
yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” [QS: An-nahl: 43]
Sesungguhnya ALLOOH SWT tidak
menghimpun ummat ini di atas kesesatan selamanya. Dan tangan ALLOOH SWT bersama
al-jamaa’ah maka hendaklah kalian bersama sawudul a’dzam (kelompok muslimin
terbanyak/ mayoritas ummat Islam) dan barangsiapa yang menyimpang, maka ia
menyimpang ke neraka.” [HR. Imam Tirmidzi, Imam Hakim, dan Imam Abu Nu’aim]

0 comments:
Post a Comment