Sunday, April 3, 2016

JANGAN TERTIPU SLOGAN ANTI MADZHAB

Mengikuti Imam Madzhab, hal itu bukan berarti kita meninggalkan RosuuluLLooh SAW. Sebab Imam Madzhab itu bukan saingan RosuuluLLooh SAW atau menggantikan posisi Beliau SAW.

Para Ulama’ yang mengikuti Madzhab Syafi’i seperti Imam al-Bukhori, al-Hakim, al-Daroquthni, al-Baihaqi, al-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Katsir dan lain-lain, berkeyakinan bahwa Imam Syafi’i lebih mengerti daripada mereka terhadap makna-makna al-Qur’an dan hadits RosuuluLLooh SAW secara menyeluruh. Ketika mereka mengikuti Syafi’i, bukan berarti meninggalkan al-Qur’an dan Sunnah. Akan tetapi mengikuti al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman orang yang lebih memahami yaitu Imam Asy-Syafi’i.

Silahkan kita baca Tafsir Ibnu Katsir banyak sekali dikutip pendapat-pendapat para Imam Madzhab. Jika orang yang mendapat julukan Al Hafidz mereka masih mengikuti Madzhab, apalagi kita yang minim sekali dari pengetahuan tentang agama, tentulah pilihan bermadzhab adalah pilihan terbaik bagi kita yang awam berMadzhab itu sesuai perintah Al-Qur’an.
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” [QS: An-nahl: 43]


Sesungguhnya ALLOOH SWT tidak menghimpun ummat ini di atas kesesatan selamanya. Dan tangan ALLOOH SWT bersama al-jamaa’ah maka hendaklah kalian bersama sawudul a’dzam (kelompok muslimin terbanyak/ mayoritas ummat Islam) dan barangsiapa yang menyimpang, maka ia menyimpang ke neraka.” [HR. Imam Tirmidzi, Imam Hakim, dan Imam Abu Nu’aim] 

0 comments:

Post a Comment