Rojab adalah bulan ke tujuh dalam
penanggalan hijriyah yang disebut memiliki keistimewaan di antara bulan-bulan
lainnya. Di antaranya, pada bulan ini dilipat gandakan ibadah tertentu.
Terkait keistimewaan bulan Rojab,
RosuuluLLooh SAW pernah bersabda,”Rojab bulannya ALLOOH, Sya’ban bulanku, dan
Romaadhon bulan untuk ummatku.” [Kitab al Jami’ karya Imam Suyuthi RA]
Para ulama’ berkata: Rojab bulan
Istighfar, Sya’ban bulan Sholawat, dan Romaadhon bulan Al-Qur’an. Keistimewaan
yang diberikan dalam bulan Rojab dan bulan yang dimuliakan ALLOOH lainnya,
antara lain: Puasa sehari di bulan-bulan yang dimuliakan ALLOOH menyamai puasa
30 hari di bulan yang lain.
RosuuluLLooh SAW
bersabda,”Barangsiapa puasa 30 hari berturut-turut kamis, jum’at dan sabtu dari
bulan yang suci, ALLOOH akan menjauhkan dari api neraka.”
“Dan di dalam riwayat lain
disebutkan bahwa ALLOOH menulis pahala setiap harinya seperti ibadah 700
tahun.” Dalam kitab Ihya’ Uluumiddiin karya Imam Ghozali RA mengungkapkan
bulan-bulan yang dimuliakan itu, yakni: Rojab, Dzulqo’idah, Dzulhijjah, dan
Mucharrom.
Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah
meriwayatkan:
“Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya atau pamannya, sesungguhnya ia
(ayah atau paman) datang kepada RosuuluLLooh SAW kemudian berpisah dan kemudian
datang lagi kepada beliau SAW setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah
(kurus).
Dia berkata : Yaa RosuuluLLooh, apakah engkau tidak mengenalku?
RosuuluLLooh SAW menjawab: Siapa engkau?
Dia pun berkata: Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang
lalu.
RosuuluLLooh SAW bertanya: Apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu
keadaanmu baik-baik saja (segar bugar)
Ia menjawab: Aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa)
semenjak berpisah denganmu.
Maka RosuuluLLooh SAW bersabda : Mengapa engkau menyiksa dirimu,
berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan.
Lalu ia berkata: Tambah lagi (Yaa RosuulaLLooh), sesungguhnya aku
masih kuat.
RosuuluLLooh SAW berkata: Berpuasalah dua hari (setiap bulan).
Dia pun berkata: Tambah lagi Yaa RosuuluLLooh.
RosuuluLLooh SAW berkata: Berpuasalah tiga hari (setiap bulan).
Ia pun berkata: Tambah lagi Yaa RosuuluLLooh.
RosuuluLLooh SAW berkata: Jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di
bulan-bulan harom (Rojab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Mucharrom) dan jika engkau
menghendaki maka tinggalkanlah. Beliau SAW mengatakan hal itu hingga tiga kali
sambil menggenggam tiga jarinya kemudian membukanya kembali.
Imam nawawi RA
menjelaskan hadits tersebut, sesuai sabda RosuuluLLooh SAW: “Berpuasalah di bulan
harom kemudian tinggalkanlah” Sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan berbuka
kepada orang tersebut karena dipandang puasa terus-menerus akan memberatkannya
dan menjadikan fisiknya berubah. Adapun bagi orang yang tidak merasa berat
untuk melakukan puasa, maka berpuasa dibulan Rojab seutuhnya adalah sebuah
keutamaan. Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 6 hal. 439
Di bulan Rojab
ada tiga malam yang terapat di dalamnya kebaikan-kebaikan dan pahala yang
besar; Awal Malam, Malam pertengahanya, dan malam ke 27. Banyak dari para ulama
memberikan semangat untuk menghidupkan tiga malam (dengan ibadah) tersebut dan
berpuasa di Bulan Rojab.
Keistimewaan lainnya,
sebagaimana yang disebutkan Habib Umar, juga diungkapkan oleh Habib Zein bin
Sumaith RA pula. Di antara penuturan ulama’ Madinah tersebut: “Ketahuilah sesungguhnya
Rojab adalah bulan yang mulai, ibadah di dalamnya akan mendapat pahala yang
besar, terutama puasa, istighfar, dan tobat dari dosa-dosa. Di malam pertama
Bulan Rojab dikabulkan doanya.”
Nabi SAW
bersabda,”Lima malam yang tidak ditolak di dalamnya doa-doa, yakni: Awal malam
bulan Rojab, malam separuh bulan Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, dan
malam Idul Adha.” [Hadits ini dikeluarkan oleh Imam As Suyuthi RA dalam Kitab
Al Jami’]
Di malam 27 bulam
Rojab itu di-Isro’-kannya Nabi Muchammad SAW sebagaimana pendapat yang masyhur.
Rojab adalah salah satu bulan yang berdiri sendiri dari bulam-bulan yang
disucikan oleh ALLOOH SWT, yaitu bulan Al Ashom dituangkannyandi dalamnya
Rochmat atas orang-orang yang bertobat dan terpancarnya cahaya-cahaya
pengkabulan atas seluruh makhluq. Para ulama juga menamakan (bulan Rojab)
dengan bulan Al-Ashom, karena tidak didengarkan di dalamnya gemericik pedang,
tidak didengarkan desingan tombak-tombak, dan tidak didengarkan di dalamnya
gemuruh peperangan.
Semoga kita semua
mendapat kemuliaan dari Bulan Rojab ini. Aamiiin
WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB

0 comments:
Post a Comment