Misteri Rabu Wekasan (Rabu akhir Bulan Shofar)
Lalu bagaimana
dengan rabu wekasan yang sering kita dengar bahwa pada hari itu adalah hari
yang penuh bala’ dan musibah, bahkan bala’ selama setahun penuh diturunkan pada
hari Rabu tersebut?
Ketahuilah bahwa tidak ada satupun riwayat dari RosuluLLooh SAW
yang menyatakan bahwa bulan Rabu akhir Shofar adalah hari nahas atau penuh
bala’.
Pendapat ini sama sekali tidak ada dasaran dari hadist Nabi
Muhammad yang mulia.
Bahkan kalua kita mau bersikap oyektif, ternyata hari Rabu
adalah hari yang penuh keberkahan.
Seperti diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi dalam Syu’ab al Imamn bahwa doa
dikabulkan pada hari Rabu setelah Zawaal (tergelincirnya Matahari).
Demikian pula dalam hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidina Jabir
Ibn AbdiLLooh, bahwa Nabi Muhammad SAW mendatangi Masjid AL Ahzab pada hari
Senin, Selasa dan Rabu antara Dzuhur dan Ashar, kemudian beliau meletakkan
serbannya dan berdiri lalu berdoa. Sayyidina Jabir berkata:
“Kami melihat kegembiraan memancar dari wajah beliau”
Demikian disebutkan dalam kitab-kitab sejarah (Kanzun Najah wa al
Surur 36)
Kalau kita menganggap bahwa hari Rabu wekasan adalah hari penuh
bala’, lalu bagaimana dengan hari lainnya? Padahan ALLooh jika hendak
menurunkan adzab atau bala’ tidak akan menunggu hari- ` hari
tertentu yang dipilih dan ditentukan oleh manusia. Tapi ALLooh dengan
kekuasaannya daoat bertindak dan berbuat sekehendak-Nya.
Maka seharusnya kita waspada dengan kemurkaan ALLooh setiap hari
dan setiap saat, sebab kita tidak tahu kapan bala’ itu akan turun. Maka
perbanyaklah istighfar, bertaubat dan mengharap rahmat ALLooh, sebagaimana
RasuluLLoh beristighfar serratus tiga setiap hari. Inilah teladan kita, tidak
menunggu Rabu wekasan saja untuk istighfar dan bertaubat. WaLLoohu A’lam.
0 comments:
Post a Comment