Di
dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 33 ALLooh menegaskan bagaimana DIA telah
menciptakan malam dan siang, matahari dan rembulan, yang masing-masing dari
keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. Perhatikan pula bagaimana ALLooh
SWT memperjelas hal ini di dalam surat YaaSiin ayat 39.
ALLooh
SWT menciptakan jarak-jarak tertentu bagi peredaran bulan, sehingga pada setiap
jarak tersebut ia mengalami perubahan, baik dalam bentuk, ukuran dan kekuatan
sinarnya. Mula-mula bulan timbul kecil dengan cahaya yang lemah. Kemudian ia
berubah menjadi bulan sabit dengan wajah melengkung dan sinar yang lebih
terang. Akhirnya bentuk rembulan pun menjadi semakin sempurna, bulat purnama
dengan sinar kemilau menerangi alam semesta.
Menurut
Tafsir Jalalain, ada dua puluh delapan manzilah atau peredaran dalam sebulan
jika jumlah hari sebanyak tiga puluh. Dua hari lainnya adalah ketika rembulan
sembunyi. Kalau jumlah hari hanya dua puluh Sembilan, maka yang satu hari
dipakai bulan bersembunyi.
Kemudian,
pada ayat berikutnya ALLooh menegaskan sunnatuLLooh yang demikian akuratnya
sehingga tidaklah mungkin terjadi geseran atau tabrakan antara matahari dan
rembulan, atau datangnya malam mendahului siang. Semuanya berjalan menurut dan
sejalan dengan apa yang ia tetapkan.
MaaSyaaaALLOOH.
0 comments:
Post a Comment