“Sayyidina
Fathimah adalah anak perempuan yang masih kecil, akan tetapi dia memiliki tata
krama. Dan karena itu, ia mencintai ayah dan ibunya. Ia juga seorang anak yang
cerdas yang suka bertanya terhadap sesuatu yang belum ia fahami. Suatu hari
ketika ia bepergian dengan ibunya ke kebun, ia melihat bunga mawar yang indah
akan tetapi bengkok batangnya. Maka berkata Sayyidatuna Fathimah kepada
ibundanya: “Alangkah indah sekali bunga itu, akan tetapi kenapa wahai ibuku
bunga mawar itu bengkok?" Maka berkata ibundanya: “Karena tukang kebun
tidak memberikan tongkat untuk meluruskan bunga itu sejak kecil, maka bunga itu
bengkok.” Maka berkata Sayyidatuna Fathimah: “Lebih baik kita luruskan bunga
itu sekarang.” Maka tersenyum ibundanya dan berkata: “Tidak mudah untuk
meluruskannya wahai anakku, karena sungguh bunga itu telah tumbuh besar dan
telah keras batangnya.”Maka begitu pula anak perempuan yang mana tidak memiliki
tata krama sejak kecilnya, maka tidak untuk mendidiknya saat dewasanya.
Anak yang
tidak mempunyai rasa malu itu tidak memiliki tata krama kepada kedua orang
tuanya, guru-gurunya, dan tidak memuliakan orang yang lebih tua darinya. Tidak mengasihi
orang yang lebih muda darinya, berbohong tatkala berbicara, mengangkat suaranya
tatkala tertawa, suka berkata kotor dan permusuhan, suka mengingkari janji, dan
menghina orang lain. Bangga terhadap diri sendiri, chasud kepada orang lain,
membuat fitnah di antara anak-anak perempuan. Tidak malu ketika melakukan
perbuatan tercela dan tidak mau mendengarkan nasihat-nasihat. Oleh karena itu,
jaga baik-baik anak-anak kita. Semoga mereka semua menjadi anak-anak yang
membanggakan yang menjunjung yang menjunjung akhlaq mulia seperti telah
diajarkan kepada kita yakni sosok Nabi Besar Muchammad SAW.

0 comments:
Post a Comment