Wednesday, March 9, 2016

Kecintaan kepada ALLOOH SWT

                Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang membeli budak muda. Budak itu berkata: “Wahai tuanku, sesungguhnya aku denganmu ada beberapa perjanjian. Pertama tuan jangan menghalangi aku dari sholat fardhu, apabila telah datang waktunya. Kedua, tuan selalu memerintahku pada siang hari semau tuan dan tidak memerintahku pada malam hari. Ketiga, tuan menyediakan sebuah tempat di rumah tuan yang tidak boleh dimasuki di dalamnya kecuali aku saja.”
                Lantas laki-laki itu berkata kepadanya: “Engkau memiliki perjanjian-perjanjian itu.” Kemudian laki-laki itu berkata lagi: “Sekarang lihatlah kamar itu.”
Sang budak berkeliling dan dia menemukan sebuah kamar yang tidak terawat di antara kamar-kamar itu, lalu ia berkata: “Aku mengambil yang ini.”
Lelaki itu berkata: “Engkau memilih kamar yang tida terawat ini?”
Budak menjawab: “Bukankah tuan tahu, sesungguhnya yang tidak terawat bersama ALLOOH SWT adalah menjadi kebun?”

                Selanjutnya sang budak itu melayani tuannya pada siang hari dan tenggelam pada malam hari yang dia gunakan untuk beribadah kepada Tuhannya SWT. Pada saat dia seperti itu, tuannya tiba-tiba berkeliling suatu malam di seputar rumah dan sampai kamar budak itu.

                Alangkah terkejutnya sang tuan tatkala melihat kamar itu penuh dengan cahaya dan budak sedang bersujud serta di atas kepalanya terdapat lampu dari nur yang tergantung di antara langit dan bumi. Budak itu berbisik (bermunjat) dengan Tuhannya dan merendahkan diri sambil berkata: “Tuhanku, Engkau wajibkan di atas pundakku hak tuanku dan melayaninya di siang hari. Seandainya tidak ada itu, tentu aku tidak akan sibuk dalam malam hariku kecuali untuk mengabdi kepadaMU. Maka sekarang terimalah alasanku itu Yaa Tuhanku.”
               
                Tuannya selalu memandangnya sehingga pagi terpancar, lampuitu dikembalikan dan atap kamar menjadi rapat kembali. Dia pulang dan menceritakan semua kepada istrinya. Setelah malam kedua  datang dibimbingnyalah tangan istrinya dan datang ke arah pintu kamar budak.
                Tiba-tiba budak itu dalam keadaan sujud  dan lampu ada di atas kepalanya. Mereka berdua berdiri di pintu, memandangi budak dan menangis sehingga pagi tiba. Tuan itu memanggil kepada budak dan berkata: “Engkau merdeka karena ALLOOH SWT sehingga engkau dapat tenggelam beribadah kepada Dzat yang engkau pernah mengajukan alasan kepada-NYA.”
                Dia lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata: “Wahai pemilik rahasia, sesungguhnya rahasia ini benar-benar terbuka. Aku tidak menghendaki hidupku lagi setelah tersiar.”
                Kemudian dia berkata lagi: “Tuhanku, aku memohon kematian.” Dia lalu roboh mati. Demikianlah keadaan orang-orang sholeh dan orang-orang yang rindu kepada ALLOOH serta mencari ridho ALLOOH.”
                Rosuulullooh SAW bersabda:
  1. “Cinta kepada ALLOOH adalah kepada landasan ma’rifat.
  2. ’Iffah (memelihara diri dari meminta-minta) adalah tanda yakin kepada ALLOOH SWT.
  3. Adapun pokok keyakinan adalah taqwa dan ridho kepada taqdir ALLOOH.”

Ma’rifat kepada ALLOOH SWT artinya mengenal betul siapa ALLOOH, maka yang bersangkutan pasti akan rajin beribadah menyembahNYA. Orang yang mempunyai pekerti ‘iffah (menjaga kehormatan) pasti tidak akan mengemis kepada manusia meskipun dia memerlukan bantuan, karena dia yakin bahwa semua makhluq hidup telah ditanggung rizqinya oleh ALLOOH dan bahwa rizqi yang datang kepadanya, semata-mata karena diperuntukkan oleh ALLOOH buatnya. Semuanya itu akan membuatnya merasa puas dengan taqdir ALLOOH; dia senang menerimanya apapun yang terjadi.
Sebagian ulama’ ahli bijak berkata:
1.    “Barangsiapa berma’rifat terhadap ALLOOH, tentu tidak nikmat bila bergaul dengan makhluq-NYA.”
2.    Barangsiapa berma’rifat terhadap dunia, tentu tidak akan menyukainya.
3.    Barangsiapa berma’rifat terhadap keadilan ALLOOH, tentulah tidak akan terlibat dalam kasus sengketa.”

Ma’rifat terhadap dunia maksudnya memahami bahwa dunia pasti akan lenyap. Ma’rifat terhadap keadilan ALLOOH SWT maksudnya benar-benar yakin akan adanya keadilan ALLOOH. Oleh karena itu, dia selalu mengalah, sehingga tidak pernah terlibat dalam sengketa.


WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB

0 comments:

Post a Comment