Saturday, March 5, 2016

Maka Perbanyaklah Dzikir dan Bersholawat

Saudaraku, diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqoh (kuat) ketika seorang raja mengadakan pesta untuk merayakan kekuasaannya yang semakin luas dan semakin kuat, tentaranya yang semakin banyak, hartanya yang semakin berlimpah, dan semua yang ia inginkan mampu ia perbuat, maka ia merayakannya dengan pesta dan tidak satu pun yang bisa mengganggunya.

Maka ketika itu, datanglah seseorang ke istana raja itu dan mengetuk pintu, maka para penjaga di pintu pertama membukakan pintu dan orang itu menyampaikan bahwa dia ingin menemui raja, maka penjaga pintu berkata bahwa sang raja lagi mengadakan pesta kemudian mengusirnya. Maka orang itu berpindah ke pintu yang kedua dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu raja, penjaga pintu kedua berkata hal yang sama, maka orang itu berkata: “Aku adalah utusan.”

Namun penjaga pintu kedua teap mengusirnya, maka ia pun pergi ke pintu yang ketiga dengan mengetuk pintu yang mana ketukan itu seakan membuat guncang seluruh istana dan merobohkan singgasana, ia berkata: “Aku adalah malaikat sakarotul maut yang datang untuk mencabut ruh sang raja.”

Maka sang raja pun sangat terkejut dan ketakutan, karena jika kamu itu telah datang maka tidak seorang pun bisa menolaknya, dan malaikat itu berada di hadapan sang raja, maka sang raja berkata: “Aku baru saja akan meneguk minumanku untuk merayakan pesta kemenangan, maka izinkanlah aku untuk meneguk segelas minuman ini, maka malaikat sakarotul maut berkata: “Engkau telah ditentukan untuk wafat sebelum engkau meneguk air ini.” Maka sang raja pun terjatuh kemudian  dimasukkan ke dalam perut bumi, dan di sana dia telah bersama tentara-tentara kematian.

Mereka yang menjemput ruh dan memisahkannya dengan jasad dan menghantarkannya ke alam barzakh dalam keluhuran atau kehinaan. Dan ketika ruh seseorang telah berada dalam genggaman tentara kematian, maka di saat itu beruntunglah para pecinta Sayyidina Muchammad SAW.

Jika sudah terlepas dari semua yang kita miliki, dari keluarga, teman dan kerabat lalu ditinggal sendiri di dalam kubur dan ruh telah dibawa oleh pasukan kematian, maka di saat itu tidak ada lagi yang bisa dibanggakan, dan dosa-dosa telah bertumpuk dan siap untuk dipertanyakan, dalam keadaan sendiri di alam yang asing, dalam keadaan nasib yang membingungkan, maka di saat tidak ada yang lebih bergembira dari mereka yang mencintai Nabi Muchammad SAW. Mereka dikena di alam kubur karena para tentara kematian mengenali nama Muchammad SAW. Sebagaimana ucapan Rosuulullooh SAW: “Semua alam semesta mengenal bahwa aku adalah utusan ALLOOH SWT, kecuali pendosa dari kalangan jin dan manusia mereka tidak mengenalku.”

Dari sini kita dapat mengammbil hikmah bahwa kita jangan terlena dengan kehidupan dunia. Perbanyak dzikir kepada ALLOOH SWT dan sholawat Nabi Besar Muchammad SAW. Semoga ini bisa mengantarkan kepada Rochmat ALLOOH SWT dan Syafaa’at Nabi Muchammad SAW.

ALLOOH SWT Yang Maha Memuliakan hamba-hamba yang berdzikir dan berdoa, dan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para chujjatul islam dan para imam bahwa doa (memohon kepada ALLOOH SWT) adalah bagian dzikir.

Oleh karena itu perkumpulan dzikir dimuliakan oleh ALLOOH SWT dan yang duduk bersama orang-orang yang berdzikir, atau yang menghadiri majelis dzikir meskipun tanpa berniat berdzikir tetap ahlu dzikir, ALLOOH SWT, Yang Maha Memiliki kerajaan alam semesta ini, Yang Tunggal mengatur dengan kehendak-NYA dan tiada kehendak yang melebihi kehendak-NYA.

Maka apakah salah jika kita mengadakan tasyakuran dengan berdzikir berjamaah serta bersholawat atas Nabi Muchammad SAW? Semakin hari ummat semakin lupa dengan Nabinya, dan ummat semakin kacau karena banyak muncul yang mengaku nabi, atau mengaku Tuhan, dan mengaku Malaikat. Justru untuk menghadapi hal anarkis yang seperti ini adalah dengan mengenalkan Sayyidina Muchammad SAW.

Selanjutnya mari kita berdzikir semoga ALLOOH SWT memuliakan kita dalam keluhuran dan ALLOOH SWT tenangkan bangsa dan ummat ini.


WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB

0 comments:

Post a Comment