Saudaraku,
diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqoh (kuat) ketika seorang raja mengadakan
pesta untuk merayakan kekuasaannya yang semakin luas dan semakin kuat,
tentaranya yang semakin banyak, hartanya yang semakin berlimpah, dan semua yang
ia inginkan mampu ia perbuat, maka ia merayakannya dengan pesta dan tidak satu
pun yang bisa mengganggunya.
Maka ketika
itu, datanglah seseorang ke istana raja itu dan mengetuk pintu, maka para
penjaga di pintu pertama membukakan pintu dan orang itu menyampaikan bahwa dia
ingin menemui raja, maka penjaga pintu berkata bahwa sang raja lagi mengadakan
pesta kemudian mengusirnya. Maka orang itu berpindah ke pintu yang kedua dan
mengatakan bahwa ia ingin bertemu raja, penjaga pintu kedua berkata hal yang
sama, maka orang itu berkata: “Aku adalah utusan.”
Namun penjaga
pintu kedua teap mengusirnya, maka ia pun pergi ke pintu yang ketiga dengan
mengetuk pintu yang mana ketukan itu seakan membuat guncang seluruh istana dan
merobohkan singgasana, ia berkata: “Aku adalah malaikat sakarotul maut yang
datang untuk mencabut ruh sang raja.”
Maka sang raja
pun sangat terkejut dan ketakutan, karena jika kamu itu telah datang maka tidak
seorang pun bisa menolaknya, dan malaikat itu berada di hadapan sang raja, maka
sang raja berkata: “Aku baru saja akan meneguk minumanku untuk merayakan pesta
kemenangan, maka izinkanlah aku untuk meneguk segelas minuman ini, maka
malaikat sakarotul maut berkata: “Engkau telah ditentukan untuk wafat sebelum
engkau meneguk air ini.” Maka sang raja pun terjatuh kemudian dimasukkan ke dalam perut bumi, dan di sana
dia telah bersama tentara-tentara kematian.
Mereka yang
menjemput ruh dan memisahkannya dengan jasad dan menghantarkannya ke alam barzakh
dalam keluhuran atau kehinaan. Dan ketika ruh seseorang telah berada dalam
genggaman tentara kematian, maka di saat itu beruntunglah para pecinta
Sayyidina Muchammad SAW.
Jika sudah
terlepas dari semua yang kita miliki, dari keluarga, teman dan kerabat lalu
ditinggal sendiri di dalam kubur dan ruh telah dibawa oleh pasukan kematian,
maka di saat itu tidak ada lagi yang bisa dibanggakan, dan dosa-dosa telah
bertumpuk dan siap untuk dipertanyakan, dalam keadaan sendiri di alam yang
asing, dalam keadaan nasib yang membingungkan, maka di saat tidak ada yang
lebih bergembira dari mereka yang mencintai Nabi Muchammad SAW. Mereka dikena
di alam kubur karena para tentara kematian mengenali nama Muchammad SAW. Sebagaimana
ucapan Rosuulullooh SAW: “Semua alam semesta mengenal bahwa aku adalah utusan
ALLOOH SWT, kecuali pendosa dari kalangan jin dan manusia mereka tidak
mengenalku.”
Dari sini kita
dapat mengammbil hikmah bahwa kita jangan terlena dengan kehidupan dunia. Perbanyak
dzikir kepada ALLOOH SWT dan sholawat Nabi Besar Muchammad SAW. Semoga ini bisa
mengantarkan kepada Rochmat ALLOOH SWT dan Syafaa’at Nabi Muchammad SAW.
ALLOOH SWT
Yang Maha Memuliakan hamba-hamba yang berdzikir dan berdoa, dan sebagaimana
yang telah dijelaskan oleh para chujjatul islam dan para imam bahwa doa
(memohon kepada ALLOOH SWT) adalah bagian dzikir.
Oleh karena
itu perkumpulan dzikir dimuliakan oleh ALLOOH SWT dan yang duduk bersama
orang-orang yang berdzikir, atau yang menghadiri majelis dzikir meskipun tanpa
berniat berdzikir tetap ahlu dzikir, ALLOOH SWT, Yang Maha Memiliki kerajaan
alam semesta ini, Yang Tunggal mengatur dengan kehendak-NYA dan tiada kehendak
yang melebihi kehendak-NYA.
Maka apakah
salah jika kita mengadakan tasyakuran dengan berdzikir berjamaah serta
bersholawat atas Nabi Muchammad SAW? Semakin hari ummat semakin lupa dengan
Nabinya, dan ummat semakin kacau karena banyak muncul yang mengaku nabi, atau
mengaku Tuhan, dan mengaku Malaikat. Justru untuk menghadapi hal anarkis yang
seperti ini adalah dengan mengenalkan Sayyidina Muchammad SAW.
Selanjutnya
mari kita berdzikir semoga ALLOOH SWT memuliakan kita dalam keluhuran dan
ALLOOH SWT tenangkan bangsa dan ummat ini.
WALLOOHU A’LAM
BISH SHOWAAB

0 comments:
Post a Comment