Saturday, March 26, 2016

Jauhi Berduaan antara Pria dan Wanita

Saudaraku yang dirochmati oleh ALLOOH, Rosuulullooh SAW dalam salah satu haditsnya beliau berpesan, “Takutlah kamu berduaan dengan wanita. Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam kekuasaanNYA, tidaklah bersepian orang laki-laki dan orang perempuan kecuali setan pasti masuk di antara keduanya. Sesungguhnya orang laki-laki yang berhimpit-himpitan dengan babi hutan itu kotor, lebih baik baginya daripada berangkulan/ berhimpitan bahunya dengan  bahu orang perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahrom).” [HR. At-Thobrani]

Saudaraku, hadits ini mengajarkan kepada kita bagaimana etika pergaulan antara pria dan wanita. Hadits ini adalah salah satu ajaran Rosuulullooh SAW yang telah diabaikan oleh ummat Islam, khususnya di Indonesia ini. Banyak orang yang menganggap ini adalah tradisi orang Arab, padahal ini sebenarnya adalah syariat Islam.

Dalam hadits ini Rosuulullooh SAW menjelaskan mengapa agama Islam melarang ummat Islam bergaul bebas, berduaan, berpandang-pandangan antara pria dan wanita? Sebab perbuatan tersebut dapat mengundang setan untuk menggoda dua orang yang berlainan jenis itu melampiaskan nafsu syahwatnya karena setan telah merasuki pikiran mereka sehingga timbullah keinginan melakukan apa yang dikehendakinya.


Setan itu selamanya adalah musuh bebuyutan kita. Mereka selalu mencari kelemahan kita di mana dan kapan saja. Karena itu kita harus berhati-hati. Kita harus menjaga keluarga kita dari perbuatan-perbuatan jijik dan menyesatkan yang selalu dipropagandakan orang-orang Yahudi dan musuh-musuh Islam. Marilah kita mengajarkan pemahaman agama yang cukup kepada anak-anak kita, serta selalu mengawasi putra-putri kita yang masih sekolah, jangan sampai dibiarkan belajar bersama atau bepergian seenaknya. Kita sebagai orang tua harus selalu waspada dan jangan terlalu mudah percaya dengan alasan-alasan yang diberikan putra-putri kita. Khususnya di zaman ini yang fitnahnya luar biasa. Jangan segan-segan mengawasi mereka. Semua itu demi keselamatan keluarga kita agar tidak terjerumus ke dalam tembok kehinaan.

0 comments:

Post a Comment