Budayakanlah
dalam dirimu sifat selalu menahan diri dan suka memberi maaf atas segala
kekhilafan teman-temanmu. Jangan sekali-kali menunjukkan sikap kasar dan kaku,
sebab yang demikian itu termasuk sifat-sifat manusia-manusia tiran yang sombong.
Jangan pula kamu mengecam kepada seseorang di antara mereka yang melanggar hak
pribadimu atau kurang memperhatikannya. Kecuali apabila ia memang seorang yang
benar-benar tulus dalam persahabatannya denganmu dan telah teruji kesetiaannya.
Akan tetapi apabila
pelanggaran tersebut menyangkut hak ALLOOH SWT atau hak-hak hamba-NYA, maka
dalam hal ini jangan begitu saja memaafkan mereka. Hanya saja tetap diperlukan
pertimbangan berkaitan dengan keadaan mereka dalam hal kuat lemahnya keyakinan
keberagamaan mereka.
Maka hendaknya
kamu bersikap lebih lunak terhadap para pemula di antara mereka yang masih
lemah agamanya, dibandingkan dengan sikapmu berhadapan dengan mereka yang sudah
kuat.
Akan tetapi
bagaimanapun juga sikap lemah lembut merupakan hal yang secara mutlak lebih
banyak mengandung kebaikan, maka hendaknya kamu selalu lebih mengutamakannya
dalam kamu bersikap.
Bergaullah
bersama teman-temanmu dengan cara sebaik-baiknya. Lupakan saja kebanyakan di
antara kesalahan-kesalahan mereka, khususnya kesalahan tertentu yang tidak akan
terlepas darinya kecuali orang-orang khusus di antara hamba-hamba ALLOOH yang
sholeh.
Jadikanlah
bincang-bincangmu bersama mereka itu selalu tentang hal-hal yang mendatangkan
manfaat bagi mereka, yang mampu meluruskan agama mereka dan memenuhi hajat
mereka dalam kehidupan dunia dan akhirat mereka. Jangan berbincang dengan
mereka dalam hal-hal selain itu, kecuali pada saat-saat tertentu dengan niat
hanya sekadar menghibur hati, sepanjang memang diperlukan.
Dan seandainya
ada orang yang menyakiti hatimu, dengan ucapan atau perbuatan, memaki-makimu,
menyebut tentangmu dengan sesuatu yang buruk di hadapan khalayak, maka
janganlah membalasnya dengan perlakuan yang serupa. Hendaknya kamu memaafkannya
dan melepaskannya dari dosa kesalahannya itu, tanpa menyisakan sedikitpun rasa
dendam atau permusuhan terhadapnya.
Seperti itulah akhlaq yang layak disandang
orang-orang shiddiqqin. Atau jika kamu tidak mampu berbuat demikian, maka
serahkan saja urusannya kepada ALLOOH SWT dan cukuplah ALLOOH SWT sebagai
pembelamu terhadapnya.
Akhlaq kepada sesama Muslim
Hendaklah
Anda selalu meniatkan yang baik-baik saja bagi seluruh kaum muslimin. Cintailah
mereka apa yang Anda cintai untuk Anda sendiri, dalam urusan duniawi maupun
ukhrowi, dan tidak menyukai sesuatu yang menimpa mereka sebagaimana Anda tidak
menyukai hal itu menimpa Anda sendiri. Berdialoglah dengan mereka dengan
ucapan-ucapan yang baik yang tidak mengandung pelanggaran (atas hak mereka).
Ucapkan
salam kepada mereka kapan saja Anda bertemu mereka. Bersikaplah selalu rendah
hati, lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap mereka. Tunjukkan rasa
hormat dan penghargaan kepada siapa-siapa yang berperilaku baik, dan
upayakanlah agar memaafkan siapa-siapa yang berperilaku buruk.
Berdoalah
bagi mereka yang berbuat dosa agar ALLOOH SWT memberikan kemudahan kepada
mereka untuk segera bertaubat. Dan berdoalah bagi mereka yang telah berbuat
kebaikan agar ALLOOH SWT menganugerahkan sifat istiqomah atau konsisten dalam
melakukan kebaikan-kebaikan sampai akhir hayat.
Peliharalah
hatimu masing-masing dari niatan atau bisikan-bisikan hati yang tercela, dan
bersihkanlah dari noda-noda akhlaq yang buruk. Berupayalah mencegah
keterlibatan setiap anggota tubuhmu dalam kegiatan bermaksiat atau berdosa.
Lebih-lebih lagi dalam hal menjaga dan memelihara lidah dari
pembicaraan-pembicaraan yang terlarang atau sia-sia, terutama yang bersifat
umpatan atau gunjingan terhadap sesama muslim. Begitu besar dosa ghibah
(pergunjingan) sehingga dinyatakan bahwa dosanya lebih besar daripada dosa
perzinaan.
Dan
jika sampai ke pendengaranmu tentang suatu perbuatan buruk dari seseorang di
antara mereka (kaum muslimin), sedangkan kamu mampu untuk menasehatinya, maka
lakukanlah. Atau jika tidak, jangan sekali-kali menyebutkan tentang
keburukannya itu hadapan orang lain, sehingga dengan demikian kamu telah
melakukan dua keburukan sekaligus, yaitu pertama dengan tidak memberikannya
nasehat, dan kedua mengucapkan sesuatu yang buruk berkenaan dengan pribadi
seorang muslim.
WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB

0 comments:
Post a Comment