Saudaraku
rochimakumullooh, dalam cara menikmati dunia, manusia beraneka ragam. Al
Chabiib Abdullooh bin Alawy Al Haddad di dalam kitabnya Al-Fushuul Al-‘Ilmiyyah
menerangkan bahwa ALLOOH SWT telah menciptakan dunia dan menjadikannya sebagai
sarana bagi orang mu’min dalam mengambil bekalnya untuk akhirat, serta beramal
di dalamnya dengan mentaati ALLOOH SWT. Namun bagi orang yang durhaka, dunia
ini adalah sesuatu yang dinikmatinya hanya untuk memuaskan hatinya dan
melampiaskan syahwatnya dalam kelalaian kepada Tuhannya dan kealpaan akan
akhiratnya.
ALLOOH SWT
telah memenuhi dunia dengan segala macam kebutuhan makhluqnya dan segala macam
kenikmatan yang dapat mereka rasakan. ALLOOH SWT menciptakan itu semua sesuai
dengan kadar yang mereka butuhkan, bahkan berlebih. Kemudian ALLOOH SWT
mengizinkan hamba-hambaNYA mengambil dari dunia sekadar yang mereka butuhkan,
untuk membantu meniti jalan mencari dunia dan jangan menjadikannya sebagai
idaman.
Maka
terbagilah manusia dalam hal itu menjadi beberapa kelompok:
Kelompok
pertama adalah orang-orang yang waspada dan hati-hati. Mereka ini mencukupkan
diri dengan hanya mengambil kurang dari kebutuhan mereka. Dan apabila suatu
saat mereka meraih lebih dari itu tanpa sengaja/ tanpa berlebihan dalam usaha,
maka secepatnya mereka mengeluarkannya lagi dan memberikannya kepada siapa saja
yang berhak menerimanya atau mengharapkannya. Mereka ini adalah kelompok para
nabi dan rosuul, serta Shiddiqin (orang-orang yang benar-benar tulus kepada
ALLOOH SWT), para ulama’ yang mendalam ilmunya, serta orang-orang yang sholeh.
Ini adalah kelompok yang paling sempurna dan paling afdhol.
Kelompok kedua
adalah orang-orang yang mengambil sekadar yang cukup bagi mereka dari dunia
ini, dengan bijaksana tanpa mencari-cari dalih atau sengaja memilih cara-cara
yang paling ringan.
Kelompok
ketiga adalah orang-orang yang mengambil dari dunia ini lebih dari yang mereka
butuhkan. Kelompok ini terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain mereka yang
berhasil mencapai keinginannya dengan usaha yang cukup wajar. Tetapi ada pula
kelompok yang terjerumus ke dalam bahaya dengan menghalalkan segala cara demi
tercapai yang diinginkannya. Ada pula kelompok yang mengambil lebih dari kadar
yang dibutuhkannya untuk dinikmati dengan cara yang dibolehkan oleh syariat
(mubah), seraya mengakui keutamaan orang-orang yang berzuhud, dan menyadari
bahwa dirinya berada di bawah tingkatan mereka yang tinggi dan maqom mereka
yang mulia.
Saudaraku,
orang yang hidupnya bermewah-mewahan secara berlebihan, mengumpulkan dan
menumpuk-numpuk harta dengan cara mencampur-adukkan antara yang halal dan yang
harom, mereka itu terkelabuhi oleh setan, sehingga berani terhadap ALLOOH SWT.
Bahkan, karena kejahilannya dan kekurang ajarannya terhadap ALLOOH SWT, mereka
menganggap dirinya lebih utama dari orang-orang yang berzuhud. Semoga ALLOOH
SWT menyelamatkan kita dari segala kesesatan dan kebohongan, dan semoga ALLOOH
SWT mengampuni dosa-dosa kita.
Aamiiin Yaa Robbal ‘aalamiiin....
0 comments:
Post a Comment