Wednesday, March 16, 2016

Cara Menikmati Dunia

Saudaraku rochimakumullooh, dalam cara menikmati dunia, manusia beraneka ragam. Al Chabiib Abdullooh bin Alawy Al Haddad di dalam kitabnya Al-Fushuul Al-‘Ilmiyyah menerangkan bahwa ALLOOH SWT telah menciptakan dunia dan menjadikannya sebagai sarana bagi orang mu’min dalam mengambil bekalnya untuk akhirat, serta beramal di dalamnya dengan mentaati ALLOOH SWT. Namun bagi orang yang durhaka, dunia ini adalah sesuatu yang dinikmatinya hanya untuk memuaskan hatinya dan melampiaskan syahwatnya dalam kelalaian kepada Tuhannya dan kealpaan akan akhiratnya.

ALLOOH SWT telah memenuhi dunia dengan segala macam kebutuhan makhluqnya dan segala macam kenikmatan yang dapat mereka rasakan. ALLOOH SWT menciptakan itu semua sesuai dengan kadar yang mereka butuhkan, bahkan berlebih. Kemudian ALLOOH SWT mengizinkan hamba-hambaNYA mengambil dari dunia sekadar yang mereka butuhkan, untuk membantu meniti jalan mencari dunia dan jangan menjadikannya sebagai idaman.

Maka terbagilah manusia dalam hal itu menjadi beberapa kelompok:

Kelompok pertama adalah orang-orang yang waspada dan hati-hati. Mereka ini mencukupkan diri dengan hanya mengambil kurang dari kebutuhan mereka. Dan apabila suatu saat mereka meraih lebih dari itu tanpa sengaja/ tanpa berlebihan dalam usaha, maka secepatnya mereka mengeluarkannya lagi dan memberikannya kepada siapa saja yang berhak menerimanya atau mengharapkannya. Mereka ini adalah kelompok para nabi dan rosuul, serta Shiddiqin (orang-orang yang benar-benar tulus kepada ALLOOH SWT), para ulama’ yang mendalam ilmunya, serta orang-orang yang sholeh. Ini adalah kelompok yang paling sempurna dan paling afdhol.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang mengambil sekadar yang cukup bagi mereka dari dunia ini, dengan bijaksana tanpa mencari-cari dalih atau sengaja memilih cara-cara yang paling ringan.

Kelompok ketiga adalah orang-orang yang mengambil dari dunia ini lebih dari yang mereka butuhkan. Kelompok ini terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain mereka yang berhasil mencapai keinginannya dengan usaha yang cukup wajar. Tetapi ada pula kelompok yang terjerumus ke dalam bahaya dengan menghalalkan segala cara demi tercapai yang diinginkannya. Ada pula kelompok yang mengambil lebih dari kadar yang dibutuhkannya untuk dinikmati dengan cara yang dibolehkan oleh syariat (mubah), seraya mengakui keutamaan orang-orang yang berzuhud, dan menyadari bahwa dirinya berada di bawah tingkatan mereka yang tinggi dan maqom mereka yang mulia.


Saudaraku, orang yang hidupnya bermewah-mewahan secara berlebihan, mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta dengan cara mencampur-adukkan antara yang halal dan yang harom, mereka itu terkelabuhi oleh setan, sehingga berani terhadap ALLOOH SWT. Bahkan, karena kejahilannya dan kekurang ajarannya terhadap ALLOOH SWT, mereka menganggap dirinya lebih utama dari orang-orang yang berzuhud. Semoga ALLOOH SWT menyelamatkan kita dari segala kesesatan dan kebohongan, dan semoga ALLOOH SWT mengampuni dosa-dosa kita.
Aamiiin Yaa Robbal ‘aalamiiin....

0 comments:

Post a Comment