Inovasi teknologi UltraCane telah membawa
perubahan besar mobilitas tunanetra maupun penderita gangguan penglihatan yang
diperkirakan berjumlah 25 juta di negara maju.
Untuk menentukan arah ataupun mencari
mangsa di malam hari, kelelawar menggunakan suatu teknik yang dinamakan
ekolokasi (dari istilah echolocation; echo; gema, suara terpantul, location;
penentuan letak, tempat benda).
Ekolokasi adalah penentuan letak keberadaan
suatu benda dengan memanfaatkan gelombang suara yang terpantul dari benda
tersebut. Perangkat yang ada pada tubuh kelelawar ini mirip prinsip kerja sonar
dan radar dewasa ini.
Tapi, sonar alami ini telah terpasang
pada tubuh kelelawar sejak puluhan juta tahun yang lalu. Suara yang dipancarkan
kelelawar termasuk ke dalam kelas frekuensi ultrasonik dan tidak dapat didengar
manusia.
Gelombang suara yang terpantul – yang disebut
echo atau gema – diterima oleh alat pengindera alami yang disebut tragus
dan diteruskan ke otak untuk diterjemahkan menjadi citra lingkungan sekitarnya
dalam benak kelelawar.
Dengan kata lain kelelawar bergerak di
alam nyata dengan panduan citra semu dalam pikirannya, yang sama persis dengan
gambaran lingkungan sebenarnya. Dengan kemampuan ini kelelawar dapat terbang
leluasa dalam kegelapan untuk mencari makan tanpa khawatir menabrak benda-benda
lain.
MAASYAA ALLOOH LAA QUWWATA ILLA BILLAAH
0 comments:
Post a Comment