Indahnya Sang
Nabi SAW melewati malam-malamnya dan tentunya bukan hanya beliau tapi
diteruskan oleh umat tho’ifah ba’da thoifah, (kelompok demi kelompok), generasi
demi genersasi sampai kita mengingat bagaimana Al Imam As-Sajjad Ali Zainal
Abidin Ibn Husain Ibn Ali bin Abi Tholib RA.
Ketika Al Imam
Thowus datang ke Masjidil Harom di sepertiga malam terakhir, mau sholat di
dekat Hijr Ismail, dilihat sudah ada orang sholat disitu. Siapa yang tengah
malam begini? Ruku’, sujud, ruku’, sujud tidak habis-habisnya. Ternyata setelah ia perhatikan Imam Ali
Zainal Abidin As-Sajjad. Dikenal As-Sajjad
karena ia sujud setiap malamnya sebanyak 1000 kali sujud, terkenal dengan
sholat malam sebanyak 500 roka’at. Oleh karena itu dikenal dengan “As-Sajjad”
(orang yang banyak bersujud).
Imam
Thowus lihat terus Imam Ali Zainal Abidin. Selesai dari sholat yang demikian
dahsyat dan hebatnya, ia bermunajat. Imam Thowus mendengar munajat yang lirih
dari doa Al Imam Ali Zainal Abidin, ia tajamkan pendengarannya. Apa saja yang
diucapkan Imam Ali Zainal Abidin? Imam Ali Zainal Abidin bermunajat dengan
lantunan sebagai berikut,” abduka bi finaa’ik, miskiiinuka bi fanaaik,
faqiiruka bi fanaaik, saailuka bi finaaik.” (hamba ini berada di hadapan-MU Yaa
ALLOOH, si miskin di hadapan-MU, si fakir berada di hadapan-MU, si pengemis berada
di hadapan-MU). Mengemis kepada ALLOOH SWT, miskin dihadapan ALLOOH SWT,
menjadi hamba yang maha membutuhkan Anugerah dari ALLOOH SWT. Demikian indahnya
doa Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad. Imam Thowus mendengar, ia terus
mengulang-ulang doa itu. Terus diulang oleh Imam Ali Zainal Abidin. Imam Thowus
berkata,”tidaklah aku setelah itu, mau berdoa dengan doa apa saja kalau diawali
dengan doa Imam Ali Zainal Abidin pasti ALLOOH SWT kabulkan doaku.” Demikian indahnya
doa dari jiwa yang suci.
WALLOOHU A’LAM
BISH SHOWAAB
0 comments:
Post a Comment