
|
D
|
ikisahkan pada zaman Imam Hasan Al-Basri, pada waktu itu
terjadi kemarau yang amat panajang. Di kala itu, datanglah beberapa orang dalam
malis Imam Hasan Al-Basri. Yang pertama adalah orang yang didaerahnya tidak
turun-turun hujan. Orang yang kedua adalah orang yang tidak memiliki harta
alias miskin. Orang ke-3 adalah orang yang tidak kunjung memiliki anak. Orang
ke-4 adalah orang yang tanah dinegerinya tandus sehingga tanaman-tanaman tidak
dapat tumbuh dan orang yang terakhir ya ini. Orang yang ke-5 adalah orang yang
mengalami masalah kekeringan sehingga sumber-sumber air dan sungai-sungai
menjadi kering.
Dari kesemuanya permasalahan tersebut oleh
Imam Hasan Al-Basri diperintahkan untuk beristighfar. Melihat peristiwa
tersebut lantas murid-murid Imam Hasan Al-Basri bertanya,”Yaa Imam, kenapa
setiap kali orang datang kepadamu dengan masalah yang berbeda-beda namun engkau
selalu memberi jawaban yang sama dengan memerintahkan kepada mereka untuk
bersitighfar?”
Maka Imam Hasan Al-Basri berkata ”Lupakah
kalian dengan firman Allooh?”
(yang artinya kurang lebihnya demikian) “Maka
aku katakan kepada mereka: “ Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, Sesungguhnya Dia
adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan hujan
lebat.
Dan membahayakan harta dan anak-anakmu, dan
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai.” (Q.S. Nuh ayat 10-12)
Allooh S.W.T berfirman dalam Q.S An-Nisaa’ :
110 yang berarti kurang lebihnya, “ Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan
menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allooh, niscaya ia mendapati
Allooh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Rosulullooh SAW bersabda yang kurang lebih
artinya : “Barangsiapa banyak membaca Istighfar, maka Allooh menjadikan baginya
setiap kesusahan menjadi kelapangan dan dari setiap kesulitan hidupnya jalan
keluar serta Allooh akan Memberinya rizqi dari jalan yang tidak diduga-duga.”
Dalam chadist yang lain, Rosululloh SAW
bersabda yang kurang lebih artinya: “Beruntunglah orang yang banyak
beristighfar”. Dan Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa yang beristighfar
dalam sehari 70 kali, maka Allooh mengampuni 700 dosa dan telah sia-sia seorang
hamba atau umat yang berdosa dalam sehari semalam lebih dari 700 dosa”. Sungguh
beruntung orang-orang yang membaca istighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.
Rosululloh SAW bersabda, “Demi Allooh, sungguh
aku memohon ampun (beristighfar) kepada Allooh dan bertaubat kepada-Nya dalam
sehari lebih dari 70 kali.”
Rosulullooh SAW bersabda: “Maukanh kuberikan kepadamu
tentang penyakit dan obatnya? Ketahuilah, sesungguhnya penyakitmu adalah
dosa-dosa dan obatnya adalah istighfar”. Rosulullooh SAW bersabda: “Iblis
berkata: Demi KeMuliaan dan KeAgungan-Mu, Ya Robb, aku akan terus menyesatkan
hamba-hamba-Mu selama arwah mereka masih ada didalam tubuh-tubuh mereka.”
Maka Allooh berFirman : Demi keMuliaan dan
Keagungan-Ku, Aku terus mengampuni mereka selam mereka meminta ampun
kepada-Ku”. Sungguh sia-sia pekerjaan iblis yang berusaha menyesatkan
hamba-hamba Allooh selama dia senatiasa beristighfar (memohon ampun) kepada
Allooh atas segala kesalahan dan dosanya.
Dari Sayyidina Abdullooh bin Abbas r.a., bahwa
Rosululloh SAW bersabda : “Barangsiapa memperbayak istighfar, niscaya Allooh menjadikan
untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitan menjadi
kelapangan, dan Allooh memberi-Nya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak
disangka-sangka”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim).
0 comments:
Post a Comment