Friday, January 15, 2016

Kemuliaan Istighfar


 


D
ikisahkan pada zaman Imam Hasan Al-Basri, pada waktu itu terjadi kemarau yang amat panajang. Di kala itu, datanglah beberapa orang dalam malis Imam Hasan Al-Basri. Yang pertama adalah orang yang didaerahnya tidak turun-turun hujan. Orang yang kedua adalah orang yang tidak memiliki harta alias miskin. Orang ke-3 adalah orang yang tidak kunjung memiliki anak. Orang ke-4 adalah orang yang tanah dinegerinya tandus sehingga tanaman-tanaman tidak dapat tumbuh dan orang yang terakhir ya ini. Orang yang ke-5 adalah orang yang mengalami masalah kekeringan sehingga sumber-sumber air dan sungai-sungai menjadi kering.
Dari kesemuanya permasalahan tersebut oleh Imam Hasan Al-Basri diperintahkan untuk beristighfar. Melihat peristiwa tersebut lantas murid-murid Imam Hasan Al-Basri bertanya,”Yaa Imam, kenapa setiap kali orang datang kepadamu dengan masalah yang berbeda-beda namun engkau selalu memberi jawaban yang sama dengan memerintahkan kepada mereka untuk bersitighfar?”
Maka Imam Hasan Al-Basri berkata ”Lupakah kalian dengan firman Allooh?”
(yang artinya kurang lebihnya demikian) “Maka aku katakan kepada mereka: “ Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan hujan lebat.
Dan membahayakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Q.S. Nuh ayat 10-12)
Allooh S.W.T berfirman dalam Q.S An-Nisaa’ : 110 yang berarti kurang lebihnya, “ Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allooh, niscaya ia mendapati Allooh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Rosulullooh SAW bersabda yang kurang lebih artinya : “Barangsiapa banyak membaca Istighfar, maka Allooh menjadikan baginya setiap kesusahan menjadi kelapangan dan dari setiap kesulitan hidupnya jalan keluar serta Allooh akan Memberinya rizqi dari jalan yang tidak diduga-duga.”
Dalam chadist yang lain, Rosululloh SAW bersabda yang kurang lebih artinya: “Beruntunglah orang yang banyak beristighfar”. Dan Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa yang beristighfar dalam sehari 70 kali, maka Allooh mengampuni 700 dosa dan telah sia-sia seorang hamba atau umat yang berdosa dalam sehari semalam lebih dari 700 dosa”. Sungguh beruntung orang-orang yang membaca istighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.
Rosululloh SAW bersabda, “Demi Allooh, sungguh aku memohon ampun (beristighfar) kepada Allooh dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.”
Rosulullooh SAW bersabda: “Maukanh kuberikan kepadamu tentang penyakit dan obatnya? Ketahuilah, sesungguhnya penyakitmu adalah dosa-dosa dan obatnya adalah istighfar”. Rosulullooh SAW bersabda: “Iblis berkata: Demi KeMuliaan dan KeAgungan-Mu, Ya Robb, aku akan terus menyesatkan hamba-hamba-Mu selama arwah mereka masih ada didalam tubuh-tubuh mereka.”
Maka Allooh berFirman : Demi keMuliaan dan Keagungan-Ku, Aku terus mengampuni mereka selam mereka meminta ampun kepada-Ku”. Sungguh sia-sia pekerjaan iblis yang berusaha menyesatkan hamba-hamba Allooh selama dia senatiasa beristighfar (memohon ampun) kepada Allooh atas segala kesalahan dan dosanya.
Dari Sayyidina Abdullooh bin Abbas r.a., bahwa Rosululloh SAW bersabda : “Barangsiapa memperbayak istighfar, niscaya Allooh menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitan menjadi kelapangan, dan Allooh memberi-Nya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim).


0 comments:

Post a Comment