Thursday, December 24, 2015

Hari Natal



K
ata natal berasal dari Bahasa Latin yang berarti lahir. Namun secara istilah natal berarti upacara yang dilakukan oleh umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Isa Al-Masih, yang mereka sebut dengan Tuhan Yesus.
Peringatan Natal baru tercetus antara 325-254 SM oleh Paus Liberus yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 28 April, 18 Mei, atau 18 Oktober. Kemudian, oleh Kaisar Konstantin tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai hari kelahiran Yesus.
Untuk menyikap tabir Natal yang diperingati tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai hari kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitahukan oleh Bibel (Injil) tentang  kelahiran Yesus, sebagaimana yang dijelaskan dalam Injil Lukas (2): 1-8 dan Injil Matius (2): 1dan 10-11 (Adapun Injil Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).
Bibel (Injil) Lukas (2): 1-8 berbunyi, “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh untuk mendaftarkan semua orang diseluruh dunia. Inilah pendaftaran pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri masing -masing di kotanya. Demikian Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea ke kota Daud bernama Betlehem. Karena ia berasal dari keluaraga  dan keturunan Daud, supaya didaftarkan bersama -sama dengan Maria, tungannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anak yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.
Didaerah itu  ada gembala-gembala yang tinggal di padang sedang menjaga kawanan kawanan ternak mereka pada waktu malam.”
Bibel (Injil) Matius (2): 1 dan 10-11 berbunyi,” Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus datanglah orang-orang Majus dari timur ke Yerusalem.
Ketika mereka melihat bintang itu sangat bersuka cintalah mereka. Maka masuklah mereka kedalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya.”
Wahai saudaraku, perhatikanlah isi kedua Bibel diatas, terutama kata atau kalimat yang bergaris bawah dan dicetak tebal. Maka, dapat kita ketahui bahwa terdapat pertentangan yang cukup jelas antara kedua Bibel tersebut dalam menjelaskan kelahiran Yesus.
Pada Bibel Lukas dijelaskan bahwa Yesus lahir pada zaman Kaisar Agustus, sedangkan pada Bibel Matius pada zaman Herodus. Mana yang benar?
Kemudian, kalua kita pahami isi Bibel diatas, maa kita ketahui bahwa pada hakikatnya kedua Bibel tersebut dengan sendirinya telah menolak mentah-mentah kelahiranYesus pada tanggal 25 December. Percaya tidak…!
Allooh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka rasa sakit akan melahirkan memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata,”Aduhai, alangkah baik aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan. Maka malaikat Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu.” Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam (19): 23-25).
Jadi, menurut Al-Qur’an bahwa Isa Al-Masih dilahirkan pada musim panas disaat pohon – pohon kurma berbuah dengan lebatnya.
Tidak berlebihan jika kita coba meminja pendapat Sarjana Kristen bernama Dr. Arthur S. Peak. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus sampai September. [Lihat Sholeh Nahdi, Bibel dalam timbangan, hal 32]
Kemudian, tidak salah juga kita mengutip  tulisan Dr. Charles Franciss Petter yang mengatakan, “…Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan -gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran..” [Lihat Dr. Charles Franciss Petter, The Lost of Jesus Revealed, hal 119]
Ternyata antara pemahan yang beredar dikalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bibel tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga banyak dari ilmuwan-ilmuwan mereka yang mengatakan bahwa Yesus lahir pada tahun 8 SM, atau 6 SM, dan tahun Sesudah Masehi. [Lihat Irena Hardono, Perayaan Natal 25 Desember: Antara Dogma dan Toleransi, Hal. 25]
Benarkah Nabi Isa as lahir pada tanggal 25 Desember?
Dalam kajian tersebut ditegaskan bahwa telah terjadi kesalahan sejarah dan penyelewengan literature dalam kita Injil yang menunjukkan bahwa Nabi Isa as lahir pada tanggal 25 Desember.
Padahal dalam Injil Lucas menjelaskan bahwa Nabi Isa as lahir pada masa musim gugur, yakni sekitar bulan Maret.
Sebagai rujukan atau landasan, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Nabi Isa as lahir dibawah pohon kurma yang pada saat itu banyak buahnya. Hal ini berarti Nabi Isa as lahir pada musim gugur.
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” [QS. Maryam: 22]
“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia berkata: “Aduhai, Alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”  [QS. Maryam: 23]
“Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadi anak sungai dibawahmu.” [QS. Maryam; 24]
“dan goyangkan pangkal kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [QS. Maryam 25]
“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia. Maka katakanlah : “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. [QS. Maryam; 26]
Dalam ayat tersebut menunjukan bahwa kelahiran Nabi Isa as adalah bukan 25 Desember, melainkan pada musim gugur kurma, karena Maryam mengambil kurma untuk makanan mereka berdua.
Tidak dijelaskan secara detail kapan Nabi Isa as lahir, namun dari literature dan kitab Injil menyatakan bahwa Nabi Isa as lahir sekitar  bulan Maret, musim gugur. Rakyat Konstantinopel memperingati kelahiran Isa as denga menyembah dewa Matahari pada musim gugur.
Akan tetapi, Paulus Liberus di Roma pada abad ke-4 Masehi mengubah literature Injil denga menyebut Yesus lahir pada 25 Desember. Hal ini diperuntukkan untuk meyatukan umat Kristen dan Katolik dalam perayaan Natal, karena sesungguhnya perayaan Natal itu sendiri merupakan budaya dari umat Katolik Roma pada masa Kaisar Konstantinopel.
Kaisar Konstantin melakukan persembahan dan perayaan untuk menyembeh dewa Matahari pada musim gugur, kemudian diikuti oleh rakyat yang pada akhirnya dikenal dengan Natal.
Jadi, dalam Al Qur’an telah menunjukkan bahwa hari Natal, Hari kelahiran Nabi Isa as bukan tanggal  25 Desember, melainkan pada musim gugur kurma, yakni sekitar bulan Maret.

WaLLoohu A’lam. 

0 comments:

Post a Comment