Sabda Rosuulullooh SAW:
“Tuhan kita Yang Maha Agung turun
setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya
menyeru: Adakah yang menyeru-Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang
memohon pada-Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada KU maka
akan KU ampuni untuknya.”(Shohich Bukhori)
Setiap
gerak-gerik kenikmatan yang kita lakukan sampai setiap nafas kita, inilah ciri
kasih sayang ALLOOH SWT kepada kita yang tidak akan diberikan dan tidak mampu
diberikan oleh makhluq satu sama lainnya terkecuali ALLOOH Sang Maha Pencipta.
Saudara-saudaraku,
beruntung jiwa yang mengingat ALLOOH SWT, beruntung bibir yang menyebut Nama
ALLOOH SWT, beruntung alam pemikiran yang memikirkan keagungan Ilahi.
Saudara-saudaraku,
sampailah kita kepada Hadits Qudsi, dimana Nabi SAW bersabda menceritakan
firman ALLOOH SWT,”Yanzilu Robbuna Tabaaroka wa ta’ala fii tsulutsul lailil
akhir...” (ALLOOH itu turun ke langit yang paling dekat dengan bumi pada
sepertiga malam terakhir).
Maksudnya
bukan secara makna yang dhohir ALLOOH SWT itu turun ke langit yang terdekat
dengan bumi, karena justru hadits ini merupakan satu dalil yang menjawab orang
yang mengatakan bahwa ALLOOH SWT itu ada di satu tempat atau ada di atas Arsy.
Karena
apa?
Kalau
ALLOOH Swt itu sepertiga malam turun ke langit yang paling dekat dengan bumi,
kita mengetahui bahwa sepertiga malam terakhir itu tidak pergi dari bumi tapi
terus ke arah Barat. Di sini sebentar lagi masuk waktu sepertiga malam terakhir
misalnya, lalu sepertiga malam terakhir itu akan terus bergulir ke barat,
berarti ALLOOH SWT terus berada di langit yang paling dekat dengan bumi. Tentunya
rancu pemahaman mereka.
Yang dimaksud
adalah ALLOOH SWT itu senang semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat kepada
hamba-hambaNYA di saat sepertiga malam terakhir semakin dekat kasih sayang
ALLOOH SWT.
ALLOOH SWT itu
dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak. Berbeda dengan makhluq, kalau dekat
mesti ada sentuhan dan kalau jauh mesti ada jarak. “ALLOOH laysa kamitslihi
syai’un” [QS. Asy Syuro 11] (ALLOOH SWT
tidak sama dengan segala sesuatu).
ALLOOH
SWT turun mendekat kepada hamba-NYA di sepertiga malam terakhir maksudnya
ALLOOH SWT membukakan kesempatan terbesar bagi hamba-hambaNYA di sepertiga
malam terakhir. Sepertiga malam terakhir kira-kira pukul dua dini hari lebih. Kalau
malam dibagi tiga, sepertiga malam
terakhir kira-kira pukul dua lebih, sampai sebelum adzan shubuh itu sepertiga
malam terakhir, waktu terbaik untuk berdoa dan bertahajjud.
Di
saat itu kebanyakan Sang Maha Raja langit dan bumi Yang Maha Berkasih Sayang
menanti hamba-hamba yang merindukan-NYA, yang mau memisahkan ranjangnya dan
tidurnya demi sujudnya ke hadirat ALLOOH SWT Yang Maha Abadi. Mengorbankan
waktu istirahatnya beberapa menit untuk menjadikan bukti cinta dan rindunya
kepada ALLOOH SWT.
Saudara-saudaraku,
maka ALLOOH SWT berfirman (lanjutan dari hadits qudi tadi) “Man yad u’niy fa
astajibalahu” (siapa yang menyeru kepada-KU maka AKU akan menjawab seruannya). Apa maksudnya kalimat ini? Maksudnya ketika kau berdoa di
saat itu ALLOOH SWT sangat....., sangat....., ingin mengabulkannya untukmu.
“Man
Yasaluniy fa u’thiyahu”(barangsiapa di antara kalian adakah yang meminta pada
Ku maka Aku beri permintaannya). Seseorang yang bersungguh-sungguh berdoa di
sepertiga malam terakhir sudah dijanjikan oleh ALLOOH SWT ijabah (terkabul). Kalau
seandainya tidak dikabulkan oleh ALLOOH SWT berarti pasti akan diberi dengan
yang lebih indah dari itu.
“Wa
man yastaghfiruniy fa aghfiro lahu” (Dan barangiapa yang beristighfar mohon
pengampunan pada Ku di saat itu, akan Kuampuni untuknya). Betapa dekatnya
ALLOOH di sepertiga malam terakhir. Saudara-saudaraku, di saat itu orang-orang
yang mencintai dan merindukan ALLOOH SWT pasti dalam keadaan bangun dan pasti
dalam keadaan berdoa.
Diriwayatkan
di dalam Shochih Bukhori “manusia yang paling khusyu’(Sayyidina Muchammad SAW) di
dalam tahajjudnya beliau berdoa,”ALLOOHUMMA LAKAL HAMDU ANTANUURUSSAMAAWAATI
WAL ARDH, ALLOOHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QOYYIMUSSAMAAWAATI WAL ARDH, WA LAKAL
HAMDU ANTA ROBBUSSAMAAWAATI WAL ARDH.”
WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB
Ahsan ya akh..
ReplyDeletebil khoir :)
Delete