Tuesday, January 26, 2016

Sepertiga Malam Terakhir


Sabda Rosuulullooh SAW:
“Tuhan kita Yang Maha Agung turun setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya menyeru: Adakah yang menyeru-Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang memohon pada-Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada KU maka akan KU ampuni untuknya.”(Shohich Bukhori)
                Setiap gerak-gerik kenikmatan yang kita lakukan sampai setiap nafas kita, inilah ciri kasih sayang ALLOOH SWT kepada kita yang tidak akan diberikan dan tidak mampu diberikan oleh makhluq satu sama lainnya terkecuali ALLOOH Sang Maha Pencipta.
                Saudara-saudaraku, beruntung jiwa yang mengingat ALLOOH SWT, beruntung bibir yang menyebut Nama ALLOOH SWT, beruntung alam pemikiran yang memikirkan keagungan Ilahi.
                Saudara-saudaraku, sampailah kita kepada Hadits Qudsi, dimana Nabi SAW bersabda menceritakan firman ALLOOH SWT,”Yanzilu Robbuna Tabaaroka wa ta’ala fii tsulutsul lailil akhir...” (ALLOOH itu turun ke langit yang paling dekat dengan bumi pada sepertiga malam terakhir).
                Maksudnya bukan secara makna yang dhohir ALLOOH SWT itu turun ke langit yang terdekat dengan bumi, karena justru hadits ini merupakan satu dalil yang menjawab orang yang mengatakan bahwa ALLOOH SWT itu ada di satu tempat atau ada di atas Arsy.
                Karena apa?
                Kalau ALLOOH Swt itu sepertiga malam turun ke langit yang paling dekat dengan bumi, kita mengetahui bahwa sepertiga malam terakhir itu tidak pergi dari bumi tapi terus ke arah Barat. Di sini sebentar lagi masuk waktu sepertiga malam terakhir misalnya, lalu sepertiga malam terakhir itu akan terus bergulir ke barat, berarti ALLOOH SWT terus berada di langit yang paling dekat dengan bumi. Tentunya rancu pemahaman mereka.
Yang dimaksud adalah ALLOOH SWT itu senang semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat kepada hamba-hambaNYA di saat sepertiga malam terakhir semakin dekat kasih sayang ALLOOH SWT.
ALLOOH SWT itu dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak. Berbeda dengan makhluq, kalau dekat mesti ada sentuhan dan kalau jauh mesti ada jarak. “ALLOOH laysa kamitslihi syai’un” [QS. Asy Syuro 11] (ALLOOH SWT  tidak sama dengan segala sesuatu).
                ALLOOH SWT turun mendekat kepada hamba-NYA di sepertiga malam terakhir maksudnya ALLOOH SWT membukakan kesempatan terbesar bagi hamba-hambaNYA di sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir kira-kira pukul dua dini hari lebih. Kalau malam dibagi tiga,  sepertiga malam terakhir kira-kira pukul dua lebih, sampai sebelum adzan shubuh itu sepertiga malam terakhir, waktu terbaik untuk berdoa dan bertahajjud.
                Di saat itu kebanyakan Sang Maha Raja langit dan bumi Yang Maha Berkasih Sayang menanti hamba-hamba yang merindukan-NYA, yang mau memisahkan ranjangnya dan tidurnya demi sujudnya ke hadirat ALLOOH SWT Yang Maha Abadi. Mengorbankan waktu istirahatnya beberapa menit untuk menjadikan bukti cinta dan rindunya kepada ALLOOH SWT.
                Saudara-saudaraku, maka ALLOOH SWT berfirman (lanjutan dari hadits qudi tadi) “Man yad u’niy fa astajibalahu” (siapa yang menyeru kepada-KU maka AKU akan menjawab seruannya).  Apa maksudnya  kalimat ini? Maksudnya ketika kau berdoa di saat itu ALLOOH SWT sangat....., sangat....., ingin mengabulkannya untukmu.
                “Man Yasaluniy fa u’thiyahu”(barangsiapa di antara kalian adakah yang meminta pada Ku maka Aku beri permintaannya). Seseorang yang bersungguh-sungguh berdoa di sepertiga malam terakhir sudah dijanjikan oleh ALLOOH SWT ijabah (terkabul). Kalau seandainya tidak dikabulkan oleh ALLOOH SWT berarti pasti akan diberi dengan yang lebih indah dari itu.
                “Wa man yastaghfiruniy fa aghfiro lahu” (Dan barangiapa yang beristighfar mohon pengampunan pada Ku di saat itu, akan Kuampuni untuknya). Betapa dekatnya ALLOOH di sepertiga malam terakhir. Saudara-saudaraku, di saat itu orang-orang yang mencintai dan merindukan ALLOOH SWT pasti dalam keadaan bangun dan pasti dalam keadaan berdoa.
                Diriwayatkan di dalam Shochih Bukhori “manusia yang paling khusyu’(Sayyidina Muchammad SAW) di dalam tahajjudnya beliau berdoa,”ALLOOHUMMA LAKAL HAMDU ANTANUURUSSAMAAWAATI WAL ARDH, ALLOOHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QOYYIMUSSAMAAWAATI WAL ARDH, WA LAKAL HAMDU ANTA ROBBUSSAMAAWAATI WAL ARDH.”


WALLOOHU A’LAM BISH SHOWAAB

2 comments: