Sebagiaan besaw
warga kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memperingati Maulid Nabi
Muhammad SAW dengan menggelar tradisi “malamang” atau membuat lemang.
“Di setiap rumah,
warga membuat lemang untuk disumbangkan saat kegiatan Maulid dipusatkan di
surau-surau. Masing-masing keluarga sedikitnya mengeluarkan biaya Rp 500 ribu
untuk menyambut Maulid Nabi dengan “Malamang” uang dilakukan dengan keikhlasan.
Lemang itu sendiri terbuat dari
beras ketan putih yang dimasukkan dalam batang bambu kemudian dibakar. Lemang
akan dibawa para ibu -ibu ke surau atau masjid tempat warga melakukan dzikir
dan berdoa. “Malamang merupakan tradisi penghormatan bagi keluarga yang
meninggal. Selain itu, juga dilakukan pada peringatan Maulid Nabi. Tradisi ini
akan terus dilestarikan.
0 comments:
Post a Comment